Kucing Tiba-tiba Lemas, Kenali Penyabab dan Cara Mengatasinya

Kucing menjadi hewan yang banyak dipeliharan, khususnya di Indonesia. Hal ini tentu saja karena hewan lucu dan menggemaskan. Sebagai pemilik kucing, tentunya Anda ingin jika hwan peliharaan sehat, aktif, dan lincah. Namun, bagaimana jika kucing tiba-tiba lemas?

Sama dengan manusia, kucing juga bisa mengalami masalah kesehatan. Masalah tersebut akan berdampak pada aktivitaasnya. Kucing tiba-tiba lemas pada umumnya dikarenakan mereka kehilangan nafsu makan atau menghindari makanannya selama lebih dari 24 jam.

Penyebab Kucing Tiba-Tiba Lemas

Kucing tiba-tiba lemas tentu ada penyebabnya. Menurut penelitian, ada beberapa yang menjadi penyebab kucing menjadi lemas. Penyabab tersebut bisa terdiri dari masalah medis dan non-medis yang dialami kucing. Adapun penyebabnya adalah sebagai berikut:

1. Permasalahan Medis

Beberapa penyebab permasalahan medis yang dapat membuat kucing menjadi lemas antara lain:

  • Masalah di Mulut

Permasalahan yang terjadi di area mulut, kerongkongan, dan sistem pencernaan menjadi penyebab kucing tidak nafsu makan dan akibatnya kucing mengalami lemas. Hal ini dikarenakan kucing akan mengalami kesulitan menggigit, mengunyak, dan menelan makanan.

  • Penyakit Sistemik

Penyakit sistemik ini melibatkan seluruh metabolism tubuh. Kondisi ini menyebabkan kucing lemas tidak bisa berdiri. Penyakti-prnyakit tersebtu seperti jantung, ginjal, hati, imun, pernapasan, pencernaan, dan lainnya.

  • Masalah Pada Alat Gerak

Permasalahan selanjutnya yang membuat kucing tiba-tiba lemas berkaitan dengan alat gerak. Kondisi iini bisa disebabkan oleh kecelakaan, kelumpuhan karena usia tua, bawaan lahir, atau penyakit distemper.

  • Permasalahan Lain

Faktor lainnya yang bisa menyebabkan kucing mengalami lemas adalah keracunan, pengaruh obat-obatan, ataupun vaksinasi. Beberapa hal tersebut dapat menyebabkan penurunan nafsu makan pada kucing sehingga membuatnya lemas.

2. Permasalahan Non-Medis

Selain pemasalahan medis, ada pula penyebab non-medis yang dapat membuat kucing menjadi lemas. Adapun permasalahan tersebut berkaitan dengan stress dan kecemasan yang dialami kucing.

Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa sebab, misalnya kucing tidak menyukai makanan, pindah ke rumah baru, adanya orang atau hewan baru di rumah, bosan, dan lainnya.

Cara Mengatasi Kucing Tiba-tiba Lemas

Jika kucing tiba-tiba lemas  sebaiknya jangan langsung panik karena akan membuat keadaan semakin buruk dan Anda tidak bisa berpikir dengan baik. Apabila kucing Anda mengalami lemas, Anda bisa melkukan beberapa tindakan di bawah ini:

1. Lakukan Pemeriksaan Fisik Awal

Kucing tiba-tiba lemas merupakan tanda umum dari berbagai permasalahan medis yang dialami oleh peliharaan Anda. Jika kucing Anda tidak mau makan dan tidur terus disertai lemas, cobalah melakukan pemeriksaan awal berikut:

  • Perhatikan Tanda-tanda Pada Kucing

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memperhatikan tanda-tanda lain yang muncul selain kucing lemas, misalnya adanya perubahan pola minum, baung air kecil, diare, muntah, mual, hingga penurunan berat badan. Contohnya saja kucing tua yang banyak air minum, kemungkinan kucing tersebut mengalami sakit ginjal.

  • Pemeriksaan Fisik Menyeluruh

Pemeriksaan fisik menyeluruh dilakukan dengan melihat semua bagian tubuh kucing. Anda bisa memeriksa mulai dari bagian tubuh terluar, seperti kepala, tubuh, ekor, dan kaki, apakah terdapat luka bekas berkelahi dengan kucing lain atau kecelakaan. Kondisi tubuh yang terluka dapat menyebabkan kucing menjadi lemas.

Selain luka, Anda juga bisa mendengarkan irama jantung dan paru-paru kucing,s erta palpasi (merasakan dengan meremas) bagian perut kucing. Irama yang tidak teratur bisa menjadi pertanda kucing mengalami sakit jantung.

Masa perut tidak normal menjadi salah satu pertanda kanker. Selain itu gusi yang pucat menunjukkan kucing mengalami anemia.

2. Coba Beri Makanan dan Amati Tingkah Lakunya

Apabila kucing mengalami lemas, cobalah beri makanan kesukaannya. Memberikan makanan ini dapat menstimulasi nafsu makan kucing. Berikan makanan dalam porsi kecil terlebih dahulu untuk mengamati respon kucing.

Selain memberikan makanan, Anda juga bisa coba memberikannya makanan favorit lainnya, misalnya ikan, kaldu, atau telur. Makanan tersebut bisa diberikan jika kucing Anda merupakan tipe yang memilih-milih makanan.

Apabila kucing tidak memberikan respond an tidak memakan makanan yang telah Anda sediakan lebih dari 24 jam, sebaiknya segera bawa kucing ke dokter hewan terdekat. Dokter hewan akan memeriksa penyebab kucing tiba-tiba lemas secara detail dan memberikan penanganan yang tepat untuk kucing Anda.

3. Pastikan Kucing Tidak Dehidrasi

Selain memberikan makanan kesukaan kucing, pastikan Anda juga memberikan air minum yang cukup pada kucing. Hal ini dilakukan untuk mencegah tubuh kucing mengalami dehidrasi.

Mengapa kucing bisa mengalami dehidrasi? Pada umumnya kucing tiba-tiba lemas akan menunjukkan gejala awal berupa mual, muntah, dan diare. Kondisi tersebut membuat kucing kehilangan banyak cairan tubuh.

Pastikan pula kondisi air minum dan wadah air dalam kondisi yang benar-benar bersih. Langkah ini dilakukan untuk memastikan air minum tidak terkontaminasi virus, bakteri dan kuman lainnya yang bisa memperparah kondisi kesehatan kucing Anda.

Selain air minum yang bisa Anda berikan, Anda juga bisa memberikan kucing larutan oralit. Larutan tersebut akan membantu kucing meredakan kucing yang mengalami muntah dan diare yang terlalu sering.

Anda bisa memberikan Pedialyte yang mudah ditemukan dan biasa dikonsumsi manusia. Jika sulit menemukan Pedialyte, Anda membuatkan larutan gula dan garam yang tersedia di rumah.

4. Melakukan Tes Skrining untuk Deteksi Masalah Kesehatan

Jika telah melakukan beberapa langkah di awal, namun kucing tiba-tiba lemas tidak kunjung membaik, segeralah membawanya ke dokter hewan terdekat. Pada umumnya dokter hewan akan mendiagnosa awal dan menyarankan melakukan tes skrining. Tes tersebut dilakukan untuk memastikan masalah medis yang dialami kucing peliharaan Anda.

Secara umum, ada tiga jenis tes skrining yang biasa dilakukan untuk mendeteksi masalah kesehatan, yaitu tes hitung darah lengkap (HDL), profil biokimia, dan urinalisis.

  • Tes Hitung Darah Lengkap

Tes hitung darah lengkap (HDL) atau compete blood count (CDC) dilakukan untuk memberikan informasi tentang tiga jenis sel darah, yaitu sel darah merah yang membawa oksigen ke jaringan, sel darah putin yang melawan infeksi dan peradangan, serta trombosit yang membantu darah menggumpal.

  • Tes Profil Biokimia

Tes profil biokimia dilakukan untuk pengujian pada beberapa zat, seperti enzim, protein, lipad (lemak), glukosa, hormone, elektroli, serta produk limbah metabolik. Pengujian pada zat-zat tersebut akan memberikan informasi tentang kesehatan berbagai organ dan jaringan dalam tubuh, termasuk keadaan metabolism kucing.

  • Urinalisis

Urinalisis merupakan tes sederhana untuk menganalisa komposisi pada cairan urin. Pengujian ini cukup akurat untuk menilai kinerja gijal, mengidektidikasi peradangan serta infeksi dalam saluran kemih. Selain itu, tes ini juga berguna untuk mendeteksi diabetes dan gangguan metabolism lainnya.

  • Tes lainnya

Selain beberapa tes di atas, dokter juga kemungkianan akan melakukan pengujian lainnya, seperti x-ray atau USG, tek infeksi penykit menular, serta tes lainnya yang dianggap perlu.

5. Perawatan Kucing Lanjutan

Setelah melakukan pemeriksaan dan mengetahui masalah kesehatan pada kucing, maka akan diberikan perawatan lajutan. Beberapa perawatan lanjutan yang diberikan antara lain:

  • Obat-obatan

Pemberikan obat ini tergantung pada penyakit yang dialami kucing.

  • Terapi cairan

Pada umumnya diberikan melalui suntikan di bawah kulit. Terapi ini dilakukan untuk menjaga tubuh kucing agar tetap terhidrasi dan terpenuhi nutrisinya.

  • Terapi makanan tabung

Terapi ini berupa pemberian makanan cair atau lunak yang dilakukan jika kucing sulit mengunyak makanan.

  • Teknik mengatur asupan makanan

Kucing lemas yang disebabkan ketidakcocokan asupan makanan dirawat dengan mencampur atau mengubah asupan makanan. Tindakan ini dilakukan untuk meredakan rasa bosan dan stress yang dialami kucing.

Penjelasan tentang penyebab dan cara mengatasi kucing tiba-tiba lemas di atas semoga bisa membantu Anda saat mengalami permasalahan tersebut. Semoga kucing Anda segera pulih dan kembali lincah seperti biasanya.

Baca Juga : Waspadai Inilah 10+ Ciri-ciri Kucing Mau Mati

Assyfa Putri Azzahra

Hello semuanya. Saya adalah seseorang yang mencinta hewan dan sangat senang memelihara hewan. SO jadilah blog sederhana ini.

Bagikan:

Tags:

Leave a Comment