Selain pada manusia, gangguan pencernaan pada burung tentu juga bisa terjadi. Bagi Anda yang suka pelihara binatang ini tentu akan merasa bingung jika burungnya mengalami gangguan pada pencernaan. Apalagi jika sangat parah sampai tidak mau makan sama sekali.
Ketika merawat binatang seperti burung, tentu Anda juga harus memperhatikan kesehatannya. Jangan hanya meletakkannya di sangkar, memberi makan dan minum saja. Namun ada beberapa perlakuan yang harus diterapkan dengan baik dan secara rutin setiap hari.
Perlakuan tersebut seperti rajin membersihkan kendang dan lain sebagainya. Tanpa disadari, terkadang hal – hal sepele yang justru menimbulkan gangguan pencernaan pada burung. Tentu Anda pasti tidak mau hal ini sampai terjadi, karena gangguan ini bisa saja menyebabkan mati.
Gangguan pencernaan ini bisa dicegah sejak awal dengan banyak memperhatikan kesehatan burung. Namun jika sudah sampai terjadi, Anda harus melakukan beberapa Tindakan untuk mengatasi. Pahami caranya jika masih belum pernah mengalami penyakit pada burung ini.
Cara Mengatasi Gangguan Pencernaan Pada Burung
Burung merupakan binatang yang cukup sensitive. Apalagi jika mereka tidak terbiasa hidup di alam liar dan ukurannya normal – normal saja. Wajar jika dengan perawatan tidak baik, burungnya bisa saja mendapatkan penyakit seperti misalnya gangguan pada pencernaan ini.
Ciri utama ketika burung yang Anda pelihara mengalami gangguan pencernaan adalah mereka sering memuntahkan makanan. Misalnya ketika disuapin dengan pisang, mereka akan mengeluarkan pisangnya lagi. Ciri lainnya adalah mereka terlihat tidak sehat atau tidak aktif.
Bahkan yang lebih parah adalah sampai tidak mau makan sama sekali. Jika memang sudah parah mungkin Anda harus membawanya ke dokter. Namun sebelum mencoba cara yang mengeluarkan biaya, coba lakukan dulu cara mengatasi gangguan pencernaan pada burung ini.
1. Mengajaknya berkicau
Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan banyak mengajaknya berkicau. Anda harus tahu bahwa terkadang gangguan pencernaan bisa saja terjadi karena terlalu stress. Sehingga harus ada Tindakan seperti mengajak berkicau dengan cara bersiul agar burungnya jadi aktif.
Jika Anda tidak bisa mengajak berkicau dengan cara banyak bersiul, coba dekatkan burungnya dengan burung lain. Biasanya dengan cara ini, mereka akan tertarik untuk berkicau bersama sehingga bisa terhindar dari stress dan tidak mengalami gangguan pencernaan pada burung.
Selain didekatkan dengan burung lain, cobalah membunyikan suara kicauan. Misalnya dengan memutar suara tersebut dari handphone atau laptop. Bunyikan secara terus menerus agar mereka juga ikut tertarik berkicau. Namun jika masih belum bisa, cobalah cara lainnya.
2. Memperhatikan makanan dan minumnya
Perhatikan juga makanan dan minumannya. Makanan harus diganti dengan rutin, jika bisa ganti 2 kali dalam 1 hari. Pastikan memberi makanan bersih dan sesuai dengan jenis burungnya. Jangan sampai salah dalam memberikan jenis makanan, karena hal ini bisa berakibat fatal.
Gangguan pencernaan pada burung sangat mungkin terjadi karena makanannya tidak bersih dan tidak sesuai. Misalnya Anda memiliki burung dengan jenis makanan biji – bijian, namun ternyata Anda memberikan jangkrik atau kroto. Hal ini bisa menyebabkan gangguan tersebut.
Selain makanan, pastikan memperhatikan air minumnya juga. Sama dengan waktu pergantian makanan, sebaiknya Anda juga mengganti minumnya sebanyak 2 kali sehari. Jangan sampai air minumnya sangat kotor, karena hal ini juga bisa saja menjadi penyebab gangguannya.
3. Rajin membersihkan kandang
Selain memperhatikan makanan dan minumnya, bersihkan juga kandangnya secara rutin. Lingkungan tempat tinggal burung berupa sangkar tersebut jika sangat kotor juga pasti bisa menyebabkan gangguan pencernaan pada burung.
Rajin membersihkan kandang bisa dilakukan setiap hari atau beberapa kali sehari. Tujuannya adalah untuk menghindari bakteri dan virus yang berasal dari kotoran burung menjadi penyakit yang menyerangnya sendiri.
Cara membersihkannya sangat mudah, Anda hanya perlu menyiapkan air dan sikat saja. Kemudian siram kandang burungnya sampai benar-benar bersih. Jika ada kotoran yang susah hilang atau sangat membandel, sikat sampai bersih kemudian jemur sampai kering.
4. Memberikan obat umum
Jika sudah terlanjur terjadi gangguan pencernaan pada burung, atasi dengan cara memberikan obat umum. Obat umum bisa dibeli di toko hewan atau sejenisnya. Jika Anda tidak tahu obat apa saja yang bisa menyembuhkan, tanyakan saja rekomendasi obat pada penjual tokonya.
Pastikan juga Anda sudah tahu bagaimana cara memberikan obatnya dan berapa kali harus diberikan. Biasanya petunjuk pemakaian obatnya ada di bagian kemasan. Namun jika tidak ada, Anda juga harus menanyakannya pada penjual toko agar lebih jelas.
Ada cara pemberian obat dengan mencampurkan obatnya di makanan. Ada juga pemberian obat dengan cara dicampurkan di air dan lain sebagainya. Jangan sampai salah saat memberikan obat agar tidak terjadi masalah penyakit lainnya.
5. Memberikan obat herbal
Jika tidak ingin dan tidak menemukan obat umum, Anda juga bisa memakai obat herbal untuk mengobati gangguan pencernaan pada burung. Obat herbal bisa diberikan dengan cara membelinya dulu di toko. Atau bisa juga dengan membuat ramuannya secara mandiri.
Bahan herbal yang bisa digunakan adalah daun teh. Caranya adalah dengan mencampurkan di minuman lalu teruskan hingga sembuh. Biasanya kesembuhan dari gangguan pencernaan ditandai dengan kotoran burung yang sudah tidak terlalu encer.
Namun cara mengobati atau mengatasi dengan ramuan herbal ini tidak terlalu banyak digunakan. Orang – orang lebih suka memakai obat umum karena kinerja obatnya bisa dibilang sangat cepat.
6. Mencoba memberikan minyak sayur
Gangguan pencernaan pada burung juga bisa diatasi dengan cara memberikan minyak sayur. Campurkan minyak sayurnya di dalam makanan atau minuman. Atau jika tidak, Anda juga bisa memberikan minyak sayur dengan cara mendulangkannya pada burung.
Minyak sayur dinilai sebagai bahan yang cukup ampuh untuk menyembuhkan gangguan ini. Namun jika cara mengobatinya dengan cara didulang ke burung, Anda harus benar-benar sabar dan telaten, karena burungnya bisa saja banyak bergerak.
Pemberian minyak sayur ini juga ada takarannya, jangan sampai memberikan dalam jumlah sangat banyak karena hanya akan memperparah keadaannya. Sebaiknya gunakan pipet tetes jika ingin didulangkan secara langsung. Teteskan sekitar 1 sampai 2 tetes minyak sayur saja.
7. Mengawasi kesehatan burung secara terus menerus
Kemudian cara terakhir yang bisa dilakukan adalah dengan mengawasi kesehatan burungnya secara terus menerus. Maksud dari mengawasi kesehatan ini adalah dengan memperhatikan apa saja yang dibutuhkan burung. Kemudian langsung sigap jika ada keanehan.
Ketika memutuskan untuk memelihara binatang, Anda harus benar – benar bertanggung jawab dengan kesehatan binatang tersebut. Jika memelihara binatang kecil seperti burung, pastikan sudah banyak belajar sebelumnya agar tahu bagaimana cara merawatnya.
Namun setelah mempelajari bagaimana cara mengatasi gangguan pencernaan tersebut. Kini Anda tidak perlu panik lagi ketika terjadi gangguan pencernaan pada burung, karena sudah tahu bagaimana cara mengatasinya.
Baca Juga : Ingin Menang Kontes! Begini Cara Merawat Cucak Ijo Agar Sering Berkicau






Leave a Comment