Sebenarnya ada banyak penyakit ikan badut yang bisa ditangani sendiri di rumah sebagai perawatan awal. Namun banyak orang sering merasa ragu dan segera lari ke klinik hewan terdekat dalam menanganinya.
Pada kesempatan ini kami akan memberikan beberapa list penyakit paling sering ditemui oleh ikan badut atau clownfish. Jadi Anda dapat tidak hanya dapat merawat saja namun juga mampu mengatasinya sendiri.
Sebagai hewan air asin tentu ketika hendak merawatnya akan diperlukan banyak perlakuan tersendiri. Apabila lalai jelas akan mudah terkontaminasi dan menyebabkan berbagai macam penyakit berbahaya.
Kebanyakan masalah fatal tentu tidak bisa kita tangani sendiri sehingga harus dibawa ke klinik hewan terdekat. Oleh karena itu pembahasan ini semuanya fokus pada hal yang dapat ditangani sendiri.
Memang beberapa namanya cukup mengerikan namun secara umum itu masih mudah penanganannya. Langsung saja mari kita bedah bersama apa saja penyakitnya dan bagaimana penanganan mandiri paling tepat.
Baca Juga : 10 Rekomendasi Makanan Ikan Badut Paling Disukai di Alam Liar
7 List Penyakit Ikan Badut Lengkap dengan Penanganannya
Kami sudah melakukan kurasi terkait apa saja penyakitnya sehingga Anda tidak perlu cemas ketika melihat clownfish menderita. Kita bisa memberikan treatment sendiri agar nantinya permasalahan dapat selesai secara optimal.
1. Bintik putih
Bintik putih merupakan penyakit ikan badut paling sering ditemui dari hasil tangkapan liar. Jadi bukan varian breeder yang biasa kita beli di toko ikan dalam kota terdekat.
Penyebab penyakitnya adalah protozoa mirip tumbuhan yang memang umum dalam air asin. Jadi ini adalah sebuah masalah alami yang sebenarnya bisa sembuh sendiri ketika kualitas airnya bagus.
Salah satu cara menangani masalahnya jelas membuang semua air di akuarium dan menggantinya baru. Kemudian clownfish kita pisahkan di wadah lain untuk pemberian obat khusus.
Obat bintik putih sudah umum dijual di toko peliharaan akuatik terdekat kota Anda. mulai dari blitz atau gold dapat digunakan untuk menangani masalah tersebut sampai sembuh total.
Jadi tidak perlu takut karena penyakitnya sebenarnya tidak terlalu mematikan dan berbahaya. Apabila telat perawatan ini juga dapat sembuh sendiri selama air di akuariumnya sering diganti.
2. Jamuran
Ini juga penyakit ikan badut paling sering ditemui terutama bagi mereka para penghobi akuatik pemula. Sebenarnya alasan dari adanya jamuran pada bagian tubuh clownfish adalah kebersihan.
Jadi Anda jangan sampai lupa mengganti air apabila tidak ingin ikannya berjamur. Masalah tersebut dapat menimbulkan kurang gizi dan badannya menjadi kurus sampai taraf mengkhawatirkan.
Penanganannya sebenarnya cukup mudah pertama adalah harus mengganti total semua air akuariumnya. Kemudian kita letakkan ikannya di wadah dengan larutan pk dan rendam selama kurang lebih dua jam.
Ulangi proses tersebut sampai tiga hari atau ketika kondisi jamurnya sudah menghilang. Kita bisa melihat badannya akan semakin bersih apabila masalah ini sudah teratasi.
3. Sirip busuk
Jenis penyakit ini adalah salah satu penyakit ikan badut yang lebih sering ditemukan oleh para breeder. Penyebab sirip busuk adalah adanya luka pada bagian sirip entah itu karena berkelahi atau lainnya.
Sebenarnya proses penyembuhan luka dapat dilakukan secara alami di alam liar. Namun ketika sudah diletakkan di akuarium penghambat penyembuhan luka ada pada kondisi air akuariumnya.
Apabila clownfish terluka kita memang harus segera memindahkannya ke wadah khusus. Ganti total semua airnya dengan baru agar tidak mengkontaminasi lainnya dalam satu tempat.
Apabila pembusukannya sudah parah maka harus menggunakan obat antibiotik untuk hewan akuatik. Ini sudah umum dijual dan Anda bisa membelinya sendiri di toko akuatik terdekat.
Paling mudah adalah menggunakan sulphonamid namun waktu dibutuhkan perendaman cukup lama yaitu sekitar lima jam. Namun itu jauh lebih mudah dibandingkan harus menyuntikkan antibiotik sendiri.
4. Rash fish
Rash fish, busuk sisik, atau gatal merupakan penyakit ikan badut yang sering kita temui ketika memelihara. Penyebab utama dari rash fish ini sebenarnya sangat bervariasi dan banyak faktor.
Bisa saja memang sisiknya terluka, atau ada infeksi eksternal sehingga menimbulkan masalah tersebut. Ketika kasusnya adalah peliharaan maka paling sering penyebabnya adalah protozoa.
Itu bisa terjadi apabila air yang digunakan memang sudah terinfeksi penyakit ikan badut dari awalnya. Bisa juga kita mencari air langsung di laut dan secara tidak sengaja ada infeksi dari protozoa tertentu.
Penanganannya cukup kompleks karena menggunakan formalin 25 ppm selama lima sampai sepuluh menit. Lebih baik Anda beli langsung formalin 25 ppm di toko akuatik terdekat agar langsung bisa memakainya.
5. Infeksi cacing
Infeksi cacing ini sebenarnya penyakit ikan badut yang ada dua kondisi khusus untuk menanganinya. Jika cacing memang terlihat dengan kasat mata maka itu adalah infeksi eksternal.
Penanganannya relatif mudah potong saja badan cacingnya dan bakar sisanya yang menempel di tubuh ikannya. Hati-hati jangan sampai membakar ikannya ketika proses penanganannya.
Apabila ikan tiba-tiba kurus padahal kondisi air bagus, makanan terjamin, dan tidak ada luka bisa jadi infeksi internal. Kita bisa melihat pada bagian dalam mulut untuk mengamati apakah ada cacing atau tidak.
Jika infeksinya internal maka clownfish harus direndam dalam tetrasiklin selama dua sampai tiga jam. Nanti cacingnya akan mati sendiri dan biasanya keluar melalui bagian mulut ikannya.
6. Motile aeromonas septicemia
MAS adalah penyakit ikan badut yang bisa merubah warna tubuh menjadi sangat gelap. Ini disebabkan oleh bakteri aeromonas sp dan sangat mematikan apabila tidak dibiarkan.
Di alam liar kasus seperti ini sebenarnya tidak terlalu tinggi karena volume air memang banyak. Namun ketika sudah dipelihara infeksi aeromonas sendiri dapat datang dari mana saja.
Mulai dari masuknya ikan lain, kondisi air, atau berbagai macam faktor penyebaran lainnya. Untung saja penanganannya cukup mudah dilakukan sendiri di rumah karena kita bisa beli obatnya.
Anda cukup merendam ikannya dalam larutan streptomycin selama kurang lebih dua jam. Treatment seperti itu akan diulangi selama beberapa hari sampai tubuh ikannya kembali terang.
7. Kutu ikan
Kutu ikan juga menjadi penyakit ikan badut paling sering dijumpai di kalangan pecinta akuatik. Kutu tersebut cukup sulit diamati karena sangat kecil ketika kasusnya masih awal.
Namun setelah beberapa hari menginfeksi mereka akan kelihatan lebih besar dan bisa dilihat dengan mata telanjang. Jika jumlahnya banyak kutu tersebut akan berada di sekitar mulut dan insang.
Apabila dibiarkan terlalu lama ikannya akan menjadi kurang gizi dan kemudian mati secara perlahan. Di alam liar masalah tersebut akan teratasi karena ada udang yang memakannya.
Ketika posisinya sebagai peliharaan maka Anda harus secara manual penyakit ikan badut ini. Tidak terlalu sulit cukup dengan menggunakan larutan kalium permanganat dengan dosis tepat.
Anda dapat merendamnya selama setengah sampai satu jam dan lihat apakah kutunya mati. Jika kutunya mati akan ada seperti bercak debu di air pada saat proses perendamannya.
Namun ketika masalah belum selesai Anda bisa mengulangi treatment ini selama tiga sampai empat hari. Lihat sendiri perkembangannya, jika semua bintik sudah menghilang dan tubuh ikannya kembali normal.
Dengan menggunakan semua pendekatan tersebut tentu kita tidak perlu kesulitan lagi memberikan perawatan. Penyakit ikan badut memang banyak yang bisa kita atasi secara mandiri tanpa kesulitan.






Leave a Comment